Yuk Simak! Sejarah Dan Filosofi Yang Menarik Dari Tarian Piring Dan Payung

Bagi Anda para pecinta kesenian asal Indonesia, terlebih lewat tariannya. Pasti Anda sudah mengetahui bahwa Indonesia dahulu termasuk ke dalam peradaban yang maju di dunia. Lewat keseniannya Indonesia bisa sampai kepada panggung dunia, tak terkecuali Tari Piring dan Tari Payung berasal dari daerah Minangkabau ini.

Bagi masyarakat Minangkabau, kedua tarian tersebut sudah tak asing lagi bagi mereka dalam perayaan upacara adat maupun acara – acara besar lainnya. Perlu Anda ketahui juga, kedua tarian ini memiliki sejarah dan filosofi yang panjang loh.

Tidak hanya menampilkan atraksi yang menarik serta menghibur, namun juga di setiap gerakan dan aksesoris yang dikenakan oleh para penari memiliki filosofi yang sarat akan makna. Ingin tau lebih lengkapnya? Yuk simak penjelasan di bawah.

Sejarah Singkat

Kedua tarian ini ternyata sudah ada sejak dahulu di bumi Nusantara, bedanya untuk tarian piring sudah ada sejak abad ke-12 Masehi, untuk asalnya Tari Piring berasal dari Sumatera Barat, sama dengan Tari Payung. Sedangkan untuk tari payung sendiri sudah ada setelahnya yakni sekitar abad ke-16 ketika Indonesia masih menjadi koloni Belanda.

Tari Piring dan Tari Payung berasal dari daerah Minangkabau ini ternyata mengalami perjalanan yang cukup panjang. Dahulu kedua tarian ini dikhususkan hanya untuk acara – acara kepercayaan saja, tapi dengan seiring perjalanannya waktu kedua tarian ini lebih di khususkan kepada acara besar serta acara – acara adat lainnya.

Makna Filosofis Tarian Piring Dan Payung

Mengenai filosofi dari kedua tarian ini, mereka memiliki filosofinya masing – masing. Seperti pada Tari Piring berasal dari Minangkabau, kesenian budaya tersebut selalu menggunakan properti tambahan berupa piring, dimana properti tersebut memiliki makna filosofis yang artinya diharapkan masyarakat untuk selalu mensyukuri nikmat atas hasil panennya yang berhasil kepada Tuhan.

👉 TRENDING  Melestarikan Budaya Khas Sumatera Barat Lewat Tarian Piring Dan Payung

Yang mana di dalam Tari Piring berasal dari Minangkabau ini selalu juga dilengkapi dengan adanya tambahan hidangan di sekeliling penari, jika dahulu hidangan tersebut dipersembahkan kepada dewa, kini hidangan itu diperuntukkan kepada para masyarakat yang hadir dan para tamu undangan.

Sedangkan untuk tarian payung sendiri, bermakna simbol perwujudan jiwa melindungi serta kasih sayang seorang suami kepada istrinya. Harapannya suami tersebut selalu memperjuangkan mati – matian kehidupan rumah tangga mereka, untuk selalu hidup sejahtera serta bahagia hingga akhir hayat.

Namun pada mulanya, tarian ini dibuat untuk menggambarkan sebuah kisah percintaan. Biasanya dalam tarian ini selalu berikash tentang kisah anak muda yang dilakukan dengan metode penyampaian naratif.

Tak heran jika kedua Tari Piring dan Tari Payung berasal dari daerah Minangkabau ini, banyak sekali menarik perhatian masyarakat luar daerah hingga mancanegara. Karena selain gerakannya yang khas, tapi juga sarat akan makna filosofis yang mendalam. Jadi Anda yang kini menjadi generasi penerus mereka, amatlah wajib untuk melestarikan budaya tarian ini. Semoga artikel ini bermanfaat.

best tracker