Cerita fantasi total Nono si anak rembulan

Cerita fantasi total Nono si anak rembulan – Semangat pagi sobaaaaat , selamat datang di NowCurrentNews.Com sobat bisa temukan berbagai macam soal – soal baik itu untuk sobat yang masih Sekolah Dasar (SD) , Sekolah Menengah Pertama (SMP) , maupun Sekolah Menengah Atas (SMA)

Suaaaat ini sobaat sedang berada di kategori Pendidikan , dan sobat saat ini sengan mencari tentang pertanyaan dari Cerita fantasi total Nono si anak rembulan

berdasarkan dari pertanyaan tersebut dapat kita ketahui bahwa :

Pertanyaan :

Cerita fantasi total Nono si anak rembulan

Jawaban :

Anak Rembulan: Negeri Misteri di Balik Pohon Kenari Oleh Djokolelono Penerbit Mizan (Mizan Fantasi) Cetakan I, Agustus 2011 Tebal 350 halaman ISBN 978-979-433-637-3 Apa rasanya jika tiba-tiba kita dapat pergi menembus ruang dan waktu, ke zaman ketika Belanda masih berkuasa di Indonesia dan kita diminta untuk memimpin perang yang disebabkan oleh konspirasi? Nono, si Anak Rembulan, tentu tahu jawabannya. Liburan kali ini, Nono yang sudah kelas 5 SD dianggap cukup dewasa untuk berangkat sendiri ke Wlingi, tempat tinggal Mbah Sastro. Ia selalu suka liburan di sana, karena ia bisa bersepeda keliling Wlingi dan bermandi-mandi di Sungai Lekso yang menyegarkan. Tak jarang juga Nono membantu Mbah Mas yang punya warung makan di Stasiun Wlingi. Suatu hari, Nono ditugaskan untuk membeli tahu goreng ke Njari, ke tempat Mbah Pur, kakek buyutnya. Nono pun berangkat dengan sepeda. Nono mengambil jalan pintas menuju Njari. Di tengah perjalanan, ia berhenti sejenak untuk melihat sebatang pohon kenari besar di tepi Kali Njari yang pernah diceritakan oleh Mbah Pur. Menurutnya, dahulu ada seorang anak bernama Trimo yang menghilang di dalam pohon kenari itu. Trimo menghilang ketika ia sedang berlindung dari serangan Belanda. Ia lenyap begitu saja, seolah-olah pohon besar itu telah menelannya. Nono beristirahat dan merendam kakinya di Kali Njari yang dangkal. Sepedanya diparkirkan di pohon kenari tadi. Namun, ketika ia kembali, sepeda itu tidak ada. Ia pun dikejutkan dengan kedatangan seorang anak bernama Trimo yang memperingatkannya untuk bersembunyi. Akan tetapi, Kapitan d’Jaree dengan mudahnya dapat menemukan tempat persembunyian mereka. Sadarlah Nono bahwa ia sedang berada di zaman Belanda. Pohon kenari besar tadi menghilang, digantikan oleh tenda-tenda, gerobak, kuda, serta orang-orang dan pasukan Belanda yang tiba-tiba berdiri mengelilinginya. Nono nyaris dihukum gantung gara-gara kaus Manchester United yang dikenakannya saat itu. Berikut cuplikan dialognya (yang berhasil mengundang tawa saya): “Kamu orang Jawa?” “I-iya …” Nono bingung. Bahasa Jawanya sangat terbatas. “Tidak bisa! Ini gambar apa?” orang itu menunjuk lambang MU. “Em Yu,” jawab Nono. Kenapa sih mereka ini? Apa mereka para penggemar Chelsea? “Ini musuhnya Wolanda!” kata orang itu. Wolanda? Belanda? Kok bisa MU lawan Belanda? “Bukan, bukan!” jawab Nono gugup. “Em Yu bukan musuh Belanda. Inggris mungkin. England,” tambah Nono. Mengira kalau “Inggris” tidak akan dimengerti oleh bule itu. “Ya. Ini bagian dari England!” kata si Muka Hitam. “Manchester. Bagian dari England. Dan England adalah musuh Wolanda!” Nono ternganga. “Aku tidak bisa melindungi kamu lagi,” si Muka Hitam menggumam. “Kamu benar-benar musuh. Kamu harus dihukum. Digantung!” Waduh, gawat juga ya akibatnya kalau mengenakan kaus bola di zaman Belanda. Hehe. Petualangan Nono tidak selesai sampai di situ. Setelah itu dia terperangkap di Warung Mbok Rimbi yang merupakan jelmaan iblis, berkawan dengan kelompok Semut Hitam yang ternyata adalah segerombolan pencuri, bertemu legenda Gunung Kelud, Mahesasuro dan Lembusuro, berjumpa dengan Saarce si putri Belanda yang dapat mengubah dirinya menjadi burung kenari, dan berhadapan dengan Sri Ratu yang dijuluki ‘Setan Merah’ karena kekejamannya. Belum lagi, tiba-tiba Nono diminta untuk memimpin perang yang disebabkan oleh konspirasi orang-orang dalam kerajaan. Mengikuti petualangan Nono di buku ini sangatlah mengasyikkan. Djokolelono telah berhasil meramu sejarah, mitos, serta legenda lokal ke dalam kisah petualanagn yang mendebarkan hati. Mahesasuro dan Lembusuro merupakan tokoh legenda Gunung Kelud yang memiliki kesaktian luar biasa. Nama-nama pemimpin kelompok pencuri Semut Hitam juga berasal dari tokoh-tokoh Pandawa Lima: Kangka (Yudistira), Jagal (Bima), Jlamprong (Arjuna), Pinten (Nakula), dan Tangsen (Sadewa). Meskipun demikian, saya menemukan beberapa kejanggalan di dalam buku ini. Pertama, ilustrasi isinya masih ada beberapa yang kurang pas. Seperti ilustrasi di halaman 196 yang menggambarkan Sri Ratu mengenakan pakaian khas kerajaan. Padahal, di cerita dijelaskan bahwa saat itu Sri ratu sedang mengenakan pakaian prajurit pria.

Demikian penyelesain dari Cerita fantasi total Nono si anak rembulan , semoga para sobat ini mampu memahami dengan baik dan benar

👉 TRENDING  Berapa hasil 1,2x4/5=
best tracker