Tari piring Berasal Dari Provinsi Sumatera Barat Dan Ciri Khasnya

Indonesia dengan beragam suku dan daerahnya memiliki budaya lokal tradisionalnya masing-masing. Salah satunya ialah tarian tradisional berupa tari piring yang telah terkenal hingga ke mancanegara.

Apa itu Tari Piring

Tari piring berasal dari provinsi Sumatera Barat. Budaya khas Minangkabau ini sering digunakan untuk memeriahkan suasana. Tarian yang semula lambang kegiatan para petani saat menanam padi hingga kegembiraan ketika panen padi tiba kini kerap digunakan sebagai tarian penyambutan tamu. Tari piriang dalam bahasa lokalnya ini diiringi dengan alat musik tradisional yakni berupa Saluang, dan Saruni, juga Rabab, serta Bansi dan lain sebagainya. Pada awalnya tari piring ini menjadi wujud dan ungkapan rasa syukur atas panen pagi yang melimpah dan pemajaan kepada dewi Sri selaku dewi kesuburan atau dewi padi. Namun tarian masal ini lebih berfungsi sebagai tarian hiburan saja. Tari piring diawali dengan gerakan penghormatan lalu diisi dengan gerak ayunan tangan penari yang lihai memainkan piring yang ada di tangan kanan dan kirinya tanpa jatuh dan baru akan dipecah di akhir tarian dan akan diinjak sambil terus menari.

Busana Tari Piring

Busana tari piring berasal dari Solok ini berupa perpaduan warna merah dan emas melambangkan kegembiraan dan kesejahteraan. Mampu menarik perhatian dan membuat suasana jadi meriah. Tari ini ditarikan oleh penari pria maupun wanita, dalam jumlah ganjil, dan pernah ditarikan sampai ribuan orang secara bersamaan, musiknya rancak. Berikut ciri khas busananya, selain pelengkap menari wajib berupa dua buah piring.

Busana Penari Wanita Tari Piring

Penari wanitanya mengenakan baju kurung yang terbuat dari bahan kain satin serta beludru kain songket.

👉 TRENDING  Seperti Apakah Tari Piring Berasal Dari Sumatera Barat Itu?

Lalu juga ada selendang songket sebagai hiasan yang diselempangkan di bagian kiri badan.

Kemudian juga Tikuluak tanduk balapak, yaitu penutup kepala khusus wanita Minang yang terbuat dari songket dibentuk menyerupai tanduk kerbau.

Aksesorisnya kalung rumbai, kalung gadang dan subang atau anting.

Busana Penari Pria Tari Piring

Penari prianya mengenakan busana rang mudo dengan ciri khas lengan yang lebar yang diberikan hiasan dengan hiasan missia atau rende emas.

Kemudian juga mengenakan saran galembong, yaitu celana dengan ukuran yang besar yang pada bagian tengahnya atau di pisak nya memiliki warna yang sama dengan warna bajunya.

Lalu ada Sisamping dan cawek pinggang, yakni semacam kain songket yang dililitkan di bagian pinggang dengan ukuran panjang selutut. Selain itu ada cawek pinggang yang berupa ikat pinggang dari bahan yang sama dengan diberi hiasan berupa rumbai-rumbai.

Kemudian ada pula Destar atau deta yakni penutup kepala yang terbuat dari bahan dasar kain songket dibentuk segitiga yang diikatkan pada bagian kepala.

Itulah ciri khas tari piring tersebut.

best tracker